Sudahkah Kita Merdeka Berpikir

Sudahkah Kita Merdeka Berpikir?

giddimint.com – Stockholm is a State of Minds! Sebuah billboard besar terpampang di hall kedatangan Bandara Arlanda, Stockholm, Swedia. Tak seperti bandara-bandara lain yang biasanya menyambut para pendatang dengan papan iklan besar yang menampilkan keindahan alam, bandara tersebut justru menyapa terlebih dulu para pelajar dan peneliti. Welcome students and researchers!

Negara tempat berasalnya penghargaan Nobel itu memang menjadikan inovasi sebagai “mantra” mereka. Mereka juga menempatkan para peneliti dan pelajar sebagai garda terdepan yang menjadikan negara ini sebagai salah satu negara paling makmur di seluruh dunia.

Negara yang dibangun dengan pemikiran. Negara yang mengandalkan pemikiran sebagai sumber daya utamanya.

Proklamasi

Kita ingat betul, naskah proklamasi kita sangat singkat. Namun, sangat dalam makna implisitnya, dan implikasi yang diakibatkannya.

Cobalah lihat alinea pertamanya: “Kami bangsa Indonesia, menyatakan dengan ini kemerdekaan Indonesia”. Sungguh luar biasa determinasi para pemimpin kita yang berani menentukan nasibnya sendiri dan melantangkannya ke seluruh dunia.

Aline kedua tidak kalah menariknya: “Hal-hal yang mengenai pemindahan kekuasaan dan lain-lain diselenggarakan dengan cara seksama dan dalam tempo sesingkat-singkatnya”. Bagian ini menyiratkan bagaimana proses itu dilakukan secara cepat, namun hati-hati dan penuh perhitungan agar tidak terjadi pertumpahan darah.

Jelas terlihat, bukan hanya unsur kecermatan dan ketaktisan, tapi juga kearifan. Tidaklah mungkin ramuan brilian, tapi concise ini dapat tercipta jika bukan oleh para pemikir.

Proklamasi kemerdekaan kita adalah titik kulminasi pikir, bukan kulminasi power atau kulminasi perjuangan fisik dan senjata. Bangsa ini lahir dari buah pikir!

Jadi, proklamasi adalah suatu state of minds, bukan state of power.

Pendidikan sebagai panglima

Sudahkah di usia kemerdekaan yang ke-71 ini kita memiliki kemerdekaan berpikir? Bukan kemerdekaan yang diisi hanya dengan mengandalkan otot, kekuasaan dan kekuatan politik.

Kemerdekaan berpikir hanya dapat diraih jika yang dijadikan panglima adalah http://www.pelajaransekolahonline.com pendidikan, bukan yang lain.

Dari sejarah kita belajar bahwa perjuangan kemerdekaan baru terlihat titik terangnya pada saat Budi Oetomo tampil di depan. Juga, mulai terasa akselerasinya begitu Bung Hatta pulang dari Belanda setelah ‘bertafakur’ selama 11 tahun di sana.

Aroma kemerdekaan juga mulai tercium setelah Suryadi Suryaningrat,– yang kemudian menanggalkan kebangsawanannya  menjadi Ki Hajar Dewantara selama masa pembuangannya di Belanda, –mulai mengirimkan sinyal kemerdekaan melalui tulisan-tulisannya.

Banyak lagi tokoh nasional yang menjadikan buku, dan daya berpikir mereka sebagai senjata untuk merebut kemerdekaan. Kemerdekaan berpikir!

Nikmat kemerdekaan

Hanya bangsa yang memiliki kemerdekaan berpikir yang menempatkan inovasi dan kreatifitas sebagai garda terdepan dalam mengisi kemerdekaan. Apakah kita, bangsa Indonesia, sudah demikian?

Hampir semua pelajar Indonesia yang menuntut ilmu di negara-negara Eropa mengatakan bahwa hal terhebat yang mereka dapatkan bukanlah ilmu pengetahuan itu sendiri, tapi ruang besar yang diberikan kepada mereka untuk berani memberikan ide-ide inovatif, dan terobosan-terobosan yang tidak main stream.

Mereka merasakan betul ‘nikmat’ kemerdekaan berpikir justru pada saat menimba ilmu di negeri orang. Kenapa?

Kemerdekaan hakiki haruslah mampu memerdekakan akal pikiran, memerdekakan nurani, memerdekakan tindakan, dan memerdekakan ruh bangsa. Karena nikmat kemerdekaan bukan hanya nikmat lahir, namun juga nikmat kemuliaan sebagai bangsa. Seperti syair indah himne Kemerdekaan karya Ibu Soed:

Terpujilah kau dewi kemerdekaan
Yang disujudi putra negara
Dihikmatkan kau dengan nyanyian pujaan
Abadi mulia mulia raya

Demikian artikel tentang” Sudahkah Kita Merdeka Berpikir ”, semoga bermanfaat.

Baca Juga Artikel Lainnya :

Cerdaskan Siswa, Kapal Polair Disulap Jadi Perpustakaan Terapung

giddimint.com – Kepolisian Daerah Sumatera Selatan (Sumsel) berupaya untuk mencerdaskan para pelajar di daerah kepulauan yang sulit terjangkau.

pol air

Salah satu upaya tersebut dengan melakukan modifikasi terhadap kapal Polisi Perairan (Polair) KP Sei Rawas menjadi perpustakaan terapung.

“Kapal Polair KP Sei Rawas yang diubah menjadi perpustakaan terapung yang dalam pelaksanaan patroli di masyarakat perairan Sungai Musi dapat dikunjungi masyarakat, khususnya anak-anak bisa membaca buku-buku pengetahuan,” ungkap Kapolda Sumsel Inspektur Jenderal Polisi Agung Budi Maryoto, Senin (23/1/2017).

Selain mengedukasi anak-anak di pulau pedalaman dengan ilmu pengetahuan, kata dia, pihaknya juga memberikan beberapa informasi mengenai bahaya narkoba. “Pelajar sangat antusias dan memanfaatkan perpustakaan terapung,” katanya dalam keterangan tertulis yang diterima wartawan http://www.seputarpendidikan.com/2017/02/contoh-dan-cara-membuat-proposal-usaha.html

Dia mengatakan, nantinya fasilitas perpustakaan terapung perlu ditambah monitor atau komputer jinjing untuk anak-anak agar mereka bisa bermain sekaligus untuk mendapatkan informasi mengenai bahaya narkoba.

Dia menjelaskan perpustakaan terapung merupakan kapal bekas Dirpolair yang telah dimodifikasi dan dilengkapi buku-buku dari Dinas Perpustakaan dan Arsip Kota Palembang.

Dia mengatakan, perpustakaan terapung tidak hanya berdiam di Pulau Kemaro, tetapi nanti akan keliling ke dermaga-dermaga masyarakat sepanjang aliran Sungai Musi untuk menyambangi anak-anak di sana,

Untuk sementara, kata dia, baru satu unit kapal. Ke depan pihaknya akan bekerja sama dengan Dinas Pendidikan kota setempat untuk menambah perpustakaan terapung. Menurut dia, Dirpolair menyiapkan kapalnya dan Disdik menyediakan buku-bukunya.

Baca Juga :

5 Pengertian Model Pembelajaran Menurut Para Ahli

giddimint.com – Model pembelajaran bisa juga diartikan sebagai prosedur sistematis dalam mengorganisasikan pengalaman belajar agar mencapai tujuan belajar. Juga bisa diartikan juga suatu pendekatan yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran. Jadi, sebenarnya model pembelajaran ini sendiri mempunyai artian yang sama dengan pendekatan, strategi ataupun metode pembelajaran. Saat ini telah ada banyak yang dikembangkan dari berbagai macam model pembelajaran, mulai dari yang sederhana hingga model yang agak kompleks serta rumit karena memerlukan banyak alat bantu dalam penerapannya.

5 Pengertian Model Pembelajaran Menurut Para Ahli

Dan untuk lebih jelas pengertian tentang model pembelajaran kami telah merangkumnya. Berikut ini beberapa pendapat ahli tentang model pembelajaran ini, dan silahkan simak ulasannya berikut ini:

1. Model pembelajaran menurut Kardi dan Nur ada 5 (lima) model yang dapat dipergunakan dalam mengelola pembelajaran, yaitu antara lian: pembelajaran langsung, pembelajaran kooperatif, pembelajaran berdasarkan masalah, diskusi, & learning strategi Biografi Mario Teguh

2. Menurut Dedi Supriawan & A. Benyamin Surasega, mereka mengetengahkan 4 (empat) kelompok model pembelajaran, yaitu sebagai berikut:

a. Model interaksi sosial
b. Model pengolahan informasi
c. Model personal-humanistik
d. Model modifikasi tingkah laku.

Kendati demikian, seringkali dari penggunaan istilah model pembelajaran tersebut di identikkan dengan strategi pembelajaran.

3. Menurut E. Mulyasa (2003), ia mengetengahkan lima model pembelajaran yang dianggap sesuai dan tepat dengan tuntutan Kurikukum Berbasis Kompetensi; yakni antara lain :

a. Pembelajaran Kontekstual / Contextual Teaching Learning
b. Bermain Peran (Role Playing)
c. Pembelajaran Partisipatif (Participative Teaching and Learning)
d. Belajar Tuntas (Mastery Learning)
e. Pembelajaran dengan Modul (Modular Instruction).

4. Menurut Joyce dan Weil (1986: 14-15), mengemukakan bahwa setiap dari model belajar mengajar atau model pembelajaran tersebut harus mempunyai 4 (empat) unsur yaitu sebagai berikut:

a. Sintak (syntax) atau merupakan fase-fase (phasing) dari model yang menjelaskan model tersebut serta dalam pelaksanaannya secara nyata. Dan contohnya, bagaimana kegiatan pendahuluan pada proses pembelajaran itu dilakukan? Apa yang akan terjadi berikutnya?

b. Sistem sosial (the social system) yang menunjukkan peran & hubungan guru serta siswa selama proses pembelajaran. Kepemimpinan seorang guru sangatlah ber variasi pada satu model dengan model yang lainnya. Pada satu model, seorang guru berperan sebagai fasilitator akan tetapi pada model yang lainnnya seorang guru berperan sebagai sumber ilmu pengetahuan.

c. Prinsip reaksi (principles of reaction) yang menunjukkan bagaimana seorang guru memperlakukan siswanya serta bagaimana pula dia merespon terhadap apa yang dilakukan oleh siswanya. Pada satu model, seorang guru memberi ganjaran atas sesuatu yang sudah dilakukan oleh siswa dengan baik, akan tetapi pada model yang lainnya seorang guru bersikap tidak memberikan penilaian terhadap siswanya, terutama untuk hal-hal yang berkait dengan kreativitas.

d. Sistem pendukung (support system) yang menunjukkan segala sarana, bahan, & alat yang bisa digunakan dalam mendukung model tersebut.

5. Menurut Toeti Soekamto & Winataputra (1995:78), mendefinisikan ‘model pembelajaran’ itu sebagai kerangka konseptual yang dapat menggambarkan prosedur yang sistematis dalam mengorganisasikan pengalaman belajar bagi para siswa untuk mencapai tujuan dalam pembelajaran serta berfungsi sebagai pedoman bagi para perancang pembelajaran & para pengajar dalam merencanakan Serta melaksanakan aktivitas belajar mengajar.

Baca Juga :

5 Fungsi Plasmid Pada Bakteri

giddimint.com – Pada kesempatan kali ini kita akan membahas bersama – sama, tentang Plasmid pada bakteri. Untuk lebih jelasnya kita simak bersama ulasannya berikut ini :

5 Fungsi Plasmid Pada Bakteri

Pengertian Plasmid

Plasmid sendiri merupakan DNA ekstrakromosomal yang dapat bereplikasi secara autonom dan dapat juga ditemukan pada sel hidup. Di dalam satu sel, dapat ditemukan lebih dari satu plasmid dengan ukuran yang banyak atau bervariasi, namun semua plasmid tidaklah mengkodekan fungsi yang penting untuk pertumbuhan sel tersebut. Pada umumnya, plasmid sendiri mengkodekan gen-gen yang diperlukan supaya dapat bertahan pada keadaan yang kurang menguntungkan sehingga apabila berada di lingkungan kembali normal, DNA plasmid dapat dibuang.

Fungsi Plasmid

Plasmid yang merupakan suatu elemen genetik yang bereplikasi secara otonom, plasmid dapat digunakan sebagai vektor yang akan disisipi DNA asing. Untuk dapat digunakan sebagai vektor, Dalam konteks rekayasa genetika, plasmid yang dimodifikasi dalam membawa gen non-diri yang disebut dengan vektor http://www.profillengkap.com/

Dan berikut ini beberapa fungsi dari Plasmid menurut Jenisnya :

1. Plasmid Resistan (R-Plasmid):
Plasmid ini mempunyai gen yang memungkinkan host untuk dapat menjadi resisten terhadap antibiotik ataupun racun.

2. Plasmid degradatif:
Plasmid jenis ini dapat menanamkan sel inang dengan kemampuan dalam memetabolisme senyawa organik dan biasanya sulit atau tidak biasa seperti toluena & asam salisilat.

3. Plasmid fertilitas (F-Plasmid):
Plasmid ini terlibat dalam konjugasi bakteri, dan memiliki gen (tra-) yang memulai pembentukan F-pilus untuk memungkinkan konjugasi. Materi genetik yang ditransfer melalui pilus ini antara sel-sel terkonjugasi. Ini ialah penularan sendiri, dan F-pilus yang juga disebut pilus seks.

4. Col Plasmid atau coligenik:
Plasmid jenis ini sendiri dapat menghasilkan racun yang disebut juga dengan bakteriosin yang mematikan bakteri, akan tetapi kepemilikan plasmid ini membuat inang tahan terhadap racun.

5. Tumor-inducing Plasmid (Ti-Plasmid):
Plasmid ini dapat mengubah sel inang menjadi patogen. Mereka terjadi di Agrobacterium tumefaciens, patogen yang menyebabkan penyakit crown gall pada tanaman. Saat infeksi, plasmid ditransfer ke sel-sel normal dari tanaman di mana mereka berproliferasi, yang mana selanjutnya akan memperburuk penyakit dengan beralih ke keadaan tumor. Dalam keadaan semacam itu, sel-sel mensintesis racun, & faktor virulensi yang lainnya.

Itulah sekilas 5 Fungsi Plasmid Pada Bakteri, terima kasih telah menyempatka membaca, semoga artikel yang anda baca bermanfaat, jangan sungkan mengirimkan kritik maupun saran kepada redaksi kami, dan anda bisa meninggalkan jejak pada komentar dibawah.

Baca Juga :

Sejarah Lubang Buaya

giddimint.com – Lubang Buaya merupakan tempat di kawasan Pondok Gede, Jakarta Timur. Lubang Buaya sendiri terdiri dari 2 (dua) kosakata, yaitu Lubang dan Buaya. Lubang sendiri yang berarti sebuah lekukan di tanah dan lain-lain, dan sementara Buaya ialah binatang berdarah dingin yang merangkak (reptilia) yang bertubuh besar serta berkulit keras, bernapas dengang paru-paru, dan hidup di air (sungai ataupun laut).

sejarah-lubang-buaya

Adapun nama Lubang Buaya sendiri berasal dari suatu legenda yang mengatakan bahwa ada banyak buaya putih di sungai yang terletak di dekat kawasan tersebut. Nama Lubang Buaya juga sangat identik dengan adanya sebuah lubang ataupun sumur yang menjadi tempat, untuk pembuangan tujuh pahlawan revolusi yang dilakukan oleh Gerakan 30 September, tahun 1965 atau yang dikenal dengan G 30S PKI http://www.seputarpendidikan.com/

“Menurut cerita orang-orang (Lubang Buaya), disana banyak lubang buaya yang isinya merupakan buaya putih. Oleh karena itu diberi nama Lubang Buaya. Ditambah juga disana ada sumur atau sebuah lubang tempat terjadinya tragedi G 30S PKI. Tapi itu bukan jadi nama awal tempat ini,” jelas Suratman, salah seorang penduduk disekitar Lubang Buaya.

Pada era G 30S PKI Lubang Buaya di jadikan pusat pelatihan milik PKI (Partai Komunis Indonesia), dimana tujuan dari Aidit dan kolega untuk menggantikan ideologi Pancasila dengan Komunis. Namun PKI akhirnya mampu diberantas oleh Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI) pada tanggal 30 September 1965 dengan dibawah komando Mayjen Soeharto, dan sehari kemudian pada tanggal 1 Oktober 1965 dijadikan sebagi hari kesaktian Pancasila, selalu diadakan upacara setiap tanggal ini hinga sampai saat ini.

Dan kini untuk mengenang semua itu, di wilayah tersebut terdapat Monumen Pancasila Sakti, yang mana dalamnya menggambarkan hasil dari perjuangan para pahlawan revolusi kala memberantas PKI. Dan dalam monumen tersebut terdapat diorama dalam pemberantasan PKI serta sumur atau lubang tempat tujuh pahlawan revolusi kita dibuang, dan mereka ialah :

1. Ahmad Yani, Jend. Anumerta
2. Donald Ifak Panjaitan, Mayjen. Anumerta
3. M.T. Haryono, Letjen. Anumerta
4. Piere Tendean, Kapten CZI Anumerta
5. Siswono Parman, Letjen. Anumerta
6. Suprapto, Letjen. Anumerta
7. Sutoyo Siswomiharjo, Mayjen. Anumerta

Adapun, untuk mengenang jasa para pahlawan tersebut, kini telah dibangun patung 7 (tujuh) pahlawan yang dibelakangnya terdapat patung elang yang cukup besar.

Dan selain itu pula terdapat rumah yang dalamnya ketujuh pahlawan revolusi disiksa dan dibunuh. Dan untuk memberi gambaran jelas para pengunjungnya, maka disana juga telah disimpan mobil yang digunakan untuk mengangkut jenasah 7 (tujuh) pahlawan revolusi yang dibunuh PKI.

Dengan secara spesifik, sumur Lubang Buaya tersebut terletak di Kelurahan Lubang Buaya, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur.

Baca Lainnya:

Perbedaan Penduduk dan Warga Negara

giddimint.com – Kita pastisering mendengar kata warga negara dan penduduk” dalam kehidupan sehari – hari. Warga negara dan penduduk memiliki perbedaan dan pada kesempatan kali ini kita akan membahas tenang perbedann warna negara dan penduduk.

perbedaan-penduduk-dan-warga-negara

Warga negara ialah orang yang secara hukum merupakan anggota dari suatu negara.Di Indonesia telah dijelaskan dalam Pasal 1 UU RI Nomor 12Tahun 2006, bahwa:

– Warga Negara merupakan warga suatu negara yang ditetapkan berdasarkan peraturan perundang – undangan.
– Kewarganegaraan merupakan segala hal ihwal yang berhubungan dengan wrga negara.
– Pewarganegaraan merupakan tata cara bagi orang asing untuk memperoleh kewarganegaraan RI.

Penduduk ialah oarng yng bertempat tinggl atau menetap disuatu negara. Istilah penduduk memiliki cakupan yang lebih luas dibanding warga negara. Pada pasal 26 Ayat 2 UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945, bahwa peduduk merupakan Warga Negara Indonesia serta orang asing yang tinggl di wilayah Indonesia. Dengan demikian di Indonesia semua yang tinggal di wilayah Indonesia merpakan Penduduk Indonesia Panca Indera

hal ini dijelaskan padaPasal 26 UUD Negara Republik Indonesia tahun 1945:

– Mereka yang menjadi warga negara merupakan orang -orang bangsa Indonesia asli dan orang – orang bangsa lain yang disahkan dengan undang – undang sebagai warga negara.
– Penduduk merupakan warga negara Indonesia dan orang asing yang bertempat nggal di Indonesia.
– hal – hal yang mengenai warga negara dan penduduk diatur dengan undang – undang.

Sebagai warga negara Indonesia yang sah, semua warga harus mampunyai Surat Keterangan Penduduk yang sah yang kita kenal dengan KTP atau Kartu Tanda Penduduk. Apabila sudah berusia 17 tahun maka diwajibkan memiliki Kartu Tanda Penduduk. Dengan memiliki Kartu Tanda Penduduk maka kita dapat memperoleh Hak dan Kewajiban kita sebagai warna negara. Contohnya dlam pemilihan presiden maka kita dapa ikut serta dalam memilih calon.

Itulah sekilas perbedaan penduduk dan warga negara, terima kasih telah menyempatka membaca, semoga artikel yang anda baca bermanfaat, jangan sungkan mengirimkan kritik maupun saran kepada redaksi kami, dan anda bisa meninggalkan jejak pada komentar dibawah.

Baca Lainnya :

Cara Mendidik Anak yang Baik Agar Bahagia dan Percaya Diri

Cara Mendidik Anak yang Baik Agar Bahagia dan Percaya Diri

giddimint.com – Tiap orangtua pastinya ingin jika anaknya nanti tumbuh bahagia dan juga jadi anak yang baik, percaya diri, lagi cerdas. Untuk itulah Anda juga harus bisa mendidiknya sendini mungkin ya bund. Beberapa orangtua berpikiran bahwasannya cukup dengan memasukkan anaknya ke sekolah, maka tak perlu lagi mendidiknya saat di rumah. Padahal, peranan orangtua ini sangatlah dibutuhkan untuk bentuk karakter dan juga kepribadian anak.

Cara Mendidik Anak yang Baik Agar Bahagia dan Percaya Diri

Jika orangtua dapat mendidik atau pun  mengajari anaknya dengan sangat baik, maka anaknya akan merasa lebih bahagia dan tumbuh jadi orang percaya diri serta memiliki kehidupan social yang sangat baik. Dan di bawah ini adalah beberapa cara mudahnya mendidik anak yang baik agar selalu bahagia dan percaya diri.

Cara mendidik anak agar bahagia dan percaya diri

Ajarkan mandiri dan bertanggung jawab

Anda dapat mengajari anak supaya tumbuh jadi orang mandiri dan tak selalu bergantung kepada Anda. Jangan juga terlalu posesif pada anak. Beri anak Anda kepercayaan untuk lakukan apa yang dia mau, tapi tetap dalam pengawasan Anda. Selain itu, ajari juga anak Anda untuk memahami seperti apa lakukan sebuah tanggung jawab. Contohnya saja anak yang selalu merapikan semua mainannya setelah selesai digunakan.

Asah rasa ingin tahunya sedini mungkin

Anak umumnya mempunyai tingkatan rasa keinginan tahuan yang cukup tinggi. Dia akan bertanya tentang benda-benda yang ada di sekelilingnya. Selalu usahakan untuk bisa menjawab semua pertanyaan anak dengan bahasa serta penjelasan yang mudah dipahami sih anak. Sebisa mungkin jangan pernah menjawab “tidak tahu”. Libatkan diri Anda saat anak mulai tertarik untuk lakukan sesuatu yang masih belum pernah dilakukan sebelumnya.

Menumbuhkan rasa simpati dan empati diri anak

Mengajari anak Anda Supaya tumbuh jadi orang yang selalu harga orang lain serta perduli terhadap orang yang ada di sekelilingnya. Tumbuh rasa simpati dan juga empati di dalam diri anak. Contohnya dengan memberikan sumbangan bagi anak yatim piatu. Jelaskan saja kepada anak Anda kenapa dia harus berbagi dengan orang yang membutuhkan.

Hargai pendapat anak Anda

http://www.dosenpendidikan.com/pengertian-perbedaan-visi-dan-misi-serta-contohnya-lengkap/ Beri anak Anda kebebasan untuk bisa berpendapat, Anda selaku orangtua haruslah bisa mendengarkan apapun yang Anda utarakan. Jika ada berpendapat anak yang menurut Anda tidak tepat, jangan pernah langsung memarahi anak Anda, akan tetapi berikan respon serta penjelasan yang baik dan positif. Begitu pun sebaliknya, jika anak memberi pendapat yang bai, maka jangan pernah ragu untuk memberikan pujian.

Demikianlah informasi yang dapat kami bagikan kepada Anda tentang cara mendidik anak yang baik agar bahagia dan percaya diri. Semoga saja bermanfaat.

Baca Juga >>>

Cara Mendidik Anak Usia 1, 2, dan 3 Tahun

Cara Mendidik Anak Usia 1, 2, dan 3 Tahun

giddimint.com – Terkadang ada banyak orangtua yang kebingungan tentang bagaimana cara mendidik anak yang baik dan benar, bila dijaman dulu orangtua umumnya mendidik anak dengan cara keras, akan tetapi ternyata ada banyak penelitian yang menyatakan bahwasannya cara tersebut adalah salah satu cara yang salah, sebab bisa memberi dampak yang tak baik ketika mereka dewasa. Dengan begitu sebagai orangtua, semestinya mendidik anak-anaknya dengan cara melakukan pendekatan secara persuasive, tak lagi dengan kekerasan. Hal yang demikian ini bertujuan supaya sih anak bisa jadi patuh dan juga bersedia dengarkan apa yang telah orangtua katakana secara sukarela tanpa adanya paksaan.

Cara Mendidik Anak Usia 1, 2, dan 3 Tahun

Cara mendidik anak usia 1, 2, dan 3 tahun

Untuk anak usia 1 tahun ini umumnya hanya akan responsive pada efek cahaya. Maka dari itu, anak dengan usia di bawah 1 tahun sudah dapat membuka mata, sehingga harus ditempatkan di tempat yang memiliki pencahayaan yang cukup. Nah, cara mendidik anak pada usia 1 tahun ini pastinya akan sangat berbeda sekali dengan cara mendidik anak di usia 2 atau 3 tahun, jadi pola pendidikan yang bisa diterapkan juga masih belum begitu terlihat.

Sedangkan untuk anak pada usia 2 tahun ini sudah mulai mengenali suara-suara yang akan sering sekali mereka dengarkan, bahkan mereka juga bisa melirik ketika seseorang memanggil namanya. Hal yang demikian ini artinya indra pendengaran anak sudah berfungsi walaupun masih belum maksimal. Oleh sebab itulah, cara mendidik anak pada usia 2 tahun tersebut umumnya dimulai dengan cara membiasakan mengatakan hal-hal yang positif. Selain hal tersebut, ajarkan juga mengenai beberapa hal yang baik dan sederhana, seperti membaca doa sebelum makan, menjaga kebersihan, dan lain sebagainya.

http://www.dosenpendidikan.com/34-nama-tarian-tradisional-di-indonesia-menurut-asal-daerahnya/ Kemudian untuk mendidik anak di usia 3 tahun umumnya dengan menggunakan 3 kata utama, yakni perintah, larangan, dan juga biarkan. Hal yang demikian ini memang harus dilakukan secara berulang-ulang, sehingga akan jadi suatu kebiasaan bagi anak. Jadi sebisa mungkin Anda biasakan menyeimbangkan antara perintah dengan larangan, supaya anak Anda juga tumbuh jadi anak-anak yang taat, patuh, baik, berbakti, dan sayang pada kedua orangtuanya. Itulah mengapa cara mendidik anak memiliki peranan yang cukup penting sekali bagi orangtua. Cara mendidik anak nantinya akan sangat berpengaruh pada pembentukan karakter anak sendiri. Intinya di sini adalah sebagai orangtua yang baik haruslah senantiasa memberi keteladanan dan perhatian sebab tak mungkin anak-anak akan jadi penurut serta patuh bila orangtuanya sendiri tidak bisa memberikan teladan yang baik baginya.

Demikianlah informasi yang dapat kami bagikan tentang cara mendidik anak usia 1, 2, dan 3 tahun. Semoga bermanfaat.

Baca Juga >>>

Karakteristik dan Citra Pendidikan di Indonesia

Karakteristik dan Citra Pendidikan di Indonesia

giddimint.com – Pendidikan di Indonesia khususnya jadi saranan untuk mentransfer nilai serta normal di dalam bermasyarakat. Tiap masyarakat memiliki norma dan juga nilai, lewat pendidikan diusahakan supaya tiap individu jadi pendukung norma kaidah dan juga nilai yang telah dijunjung tinggi oleh masyarakat serta jadi pribadi yang tercermin di dalam kehidupannya sehari-hari. Pendidikan juga menjadi proses dari pembentukan pribadi secara utuh, yang mana proses dari pendidikan tersebut berlangsung secara sistemik dan juga sistematis. Sistematis ini artinya berlangsung secara bertahap serta berkesinambungan sedangkan secara sistemik artinya berlangsung pada semua situasi lingkungan dan juga sistem baik sekolah, keluarga, masyarakat, serta Negara yang melembaga.

Karakteristik dan Citra Pendidikan di Indonesia

Karakteristik pendidikan di Indonesia

Karakteristik dari pendidikan di Indonesia ini adalah sebagai seseorang yang telah dituntut untuk bisa berkomitmen pada profesinya, orang yang akan selalu berusaha untuk memperbaiki serta memperbaharui cara kerjanya sesuai tuntutan jaman, seseorang yang mempunyai ilmu, yang bisa menangkap setiap hakikat sesuatu, orang yang bisa menjelaskan hakikat di dalam pengetahuan yang telah diajarkannya.

Selain itu, seseorang yang kreatif, yang mana bisa menyiapkan peserta didik agar bisa berkreasi, yang sekaligus mengatur dna juga memelihara hasil kreasinya untuk tak menimbulkan malapetaka bagi dirinya sendiri, masyarakat, serta alam sekitar. Seseorang yang telah berusaha untuk menularkan penghayatan akhlak atau pun kepribadian pada peserta didik, dan yang terakhir adalah seseorang yang telah berusaha untuk mencerdasrkan peserta didiknya, latih berbagai keterampilan mereka sesuai dengan bakat, minat, serta kemampuan, serta menjadikan sebagai seseorang yang beradab.

Karakteristik pendidik atau guru di Indonesia

Menanamkan kebaikan tanpa rasa pamrih

Seorang pendidik meskipun sudah berusaha jadi pendidik ideal, tapi masih belum menjamin akan berhasil di dalam membantu perkembangan anak, sebab ada banyak sekali faktor lainnya yang mempengaruhi, contohnya saja pendidikan di rumah, pengaruh teman, dan lain-lain. Tapi, memberi layanan pendidikan dan juga bimbingan yang penuh dengan perhatian, kasih sayang, tentu peserta didik akan jadi lebih baik.

Membangun citra diri yang positif pada anak

contoh application letter Ada banyak sekali perlaku guru yang bisa bunuh karakter anak, yakni membuat anak merasa rendah diri. Seorang guru tak pernah memberikan pujian atau pun kata-kata positif, kecuali dengan cemoohan serta kata negative akan menjadikan peserta didik jadi tak percaya diri. Peranan guru dalam hal membangun citra diri positif pada anak sangatlah besar, sehingga menjadikan sekolah dasar “Dame School”  membuat sebuah kebijakan untuk bangun citra diri yang positif pada peserta didiknya.

Demikian sekilas informasi tentang karakteristik dan citra pendidikan di Indonesia yang bisa kami bagikan. Semoga saja bisa bermanfaat dan juga menginspirasi.

Baca Juga >>>

Jenis Permainan Pendidikan Anak Usia Dini

Jenis Permainan Pendidikan Anak Usia Dini

giddimint.com – Pada kesempatan kali ini kami akan membagikan seputar informasi tentang jenis permainan pada pendidikan anak di usia dini. Sudah kami singgung bahwasannya bermain merupakan dunia anak. Akan tetapi permainan yang seperti apa sih yang tepat sesuai kebutuhan dan juga perkembangan sih anak itu sendiri. Itulah yang harus And pahami untuk pendidikan buah hati. Sebab tak semua jenis permainan bagus dan juga tepat dengan perkembangan anak. Oleh karenanya, kami akan mengulaskan selengkapnya untuk Anda. Berikut ulasan lengkapnya.

Jenis Permainan Pendidikan Anak Usia Dini

Jenis permainan pendidikan anak usia dini

Permainan aktif

Untuk jenis bermain atau pun permainan aktif ini bisa diartikan sebagai salah satu kegiatan yang paling banyak libatkan aktifitas tubuh bagi anak, pemain dalam permainan yang satu ini nantinya akan membutuhkan energy yang lebih besar. Misalnya saja bermain bebas dan juga spotan maupun eksplorasi yakni sih anak nantinya bisa lakukan berbagai hal yang dia inginkan, di sini tak ada aturan di dalam permainan tersebut. Bermain drama, bermain music, mengumpulkan, atau pun mengoleksi sesuatu, permainan olahraga, jenis permainan dengan sebuah balok, permainan lukis tempel, serta menggambar.

Permainan pasif atau hiburan

Sedangkan dalam jenis permainan pasif atau pun hiburan yang satu ini, kesenangan didapatkan dari kegiatan orang lain. yang mana pemain nantinya akan habiskan sedikit energy. Misalnya saja dengan menonton adegan yang lucu, membacakan buku, mendengarkan cerita, menonton tv, dan juga mengingat nama-nama dari sebuah benda yang merupakan salah satu jenis bermain tanpa harus keluarkan banyak tenaga, akan tetapi tingkat kesenangnya hampir seimbang dengan anak yang telah habiskan banyak tenaganya di tempat olahraga atau pun teman bermain.

Sedangkan menurut Dr. Kartoni menyatakan dalam bukunya yang berujudl “Psikolog Anak” ini ada tiga bentuk permainan diantaranya sebagai berikut :

  • Jenis permainan gerakan. Anak-anak nantinya dapat bermain bersama dengan teman-temannya, lakukan kerja sama dengan berbagai macam gerakan dna juga olah tubuh.
  • Jenis permainan memberikan bentuk. Kegiatan memberikan bentuk pada fase permulaan yang berupa kegiatan destruktif seperti halnya meremas-remas, mencabik-cabik, merusak, mempreteli, dan lain sebagainya. Semakin lama anak bisa memberikan bentuk yang jauh lebih konstruktif pada macam materi yang telah tersedia.
  • motto hidup Jenis permainan ilusi. Sedangkan pada jenis permainan satu ini unsur fantasi memegang peran penting, contohnya saja sebuah sapu difantasikan sebagai kuda tunggangan, bermain dokter-dokteran, dan lain sebagainya. Lewat permainan satu ini anak akan menggunakan fantasi mereka untuk bisa mewujudkan kreasinya dengan baik.

Nah, itulah tadi informasi yang dapat kami bagikan tentang jenis permainan pendidikan anak usia dini. Semoga saja bisa bermanfaat dan menginspirasi.

Baca Juga >>>