Perbedaan Penduduk dan Warga Negara

giddimint.com – Kita pastisering mendengar kata warga negara dan penduduk” dalam kehidupan sehari – hari. Warga negara dan penduduk memiliki perbedaan dan pada kesempatan kali ini kita akan membahas tenang perbedann warna negara dan penduduk.

perbedaan-penduduk-dan-warga-negara

Warga negara ialah orang yang secara hukum merupakan anggota dari suatu negara.Di Indonesia telah dijelaskan dalam Pasal 1 UU RI Nomor 12Tahun 2006, bahwa:

– Warga Negara merupakan warga suatu negara yang ditetapkan berdasarkan peraturan perundang – undangan.
– Kewarganegaraan merupakan segala hal ihwal yang berhubungan dengan wrga negara.
– Pewarganegaraan merupakan tata cara bagi orang asing untuk memperoleh kewarganegaraan RI.

Penduduk ialah oarng yng bertempat tinggl atau menetap disuatu negara. Istilah penduduk memiliki cakupan yang lebih luas dibanding warga negara. Pada pasal 26 Ayat 2 UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945, bahwa peduduk merupakan Warga Negara Indonesia serta orang asing yang tinggl di wilayah Indonesia. Dengan demikian di Indonesia semua yang tinggal di wilayah Indonesia merpakan Penduduk Indonesia Panca Indera

hal ini dijelaskan padaPasal 26 UUD Negara Republik Indonesia tahun 1945:

– Mereka yang menjadi warga negara merupakan orang -orang bangsa Indonesia asli dan orang – orang bangsa lain yang disahkan dengan undang – undang sebagai warga negara.
– Penduduk merupakan warga negara Indonesia dan orang asing yang bertempat nggal di Indonesia.
– hal – hal yang mengenai warga negara dan penduduk diatur dengan undang – undang.

Sebagai warga negara Indonesia yang sah, semua warga harus mampunyai Surat Keterangan Penduduk yang sah yang kita kenal dengan KTP atau Kartu Tanda Penduduk. Apabila sudah berusia 17 tahun maka diwajibkan memiliki Kartu Tanda Penduduk. Dengan memiliki Kartu Tanda Penduduk maka kita dapat memperoleh Hak dan Kewajiban kita sebagai warna negara. Contohnya dlam pemilihan presiden maka kita dapa ikut serta dalam memilih calon.

Itulah sekilas perbedaan penduduk dan warga negara, terima kasih telah menyempatka membaca, semoga artikel yang anda baca bermanfaat, jangan sungkan mengirimkan kritik maupun saran kepada redaksi kami, dan anda bisa meninggalkan jejak pada komentar dibawah.

Baca Lainnya :

Cara Mendidik Anak yang Baik Agar Bahagia dan Percaya Diri

Cara Mendidik Anak yang Baik Agar Bahagia dan Percaya Diri

giddimint.com – Tiap orangtua pastinya ingin jika anaknya nanti tumbuh bahagia dan juga jadi anak yang baik, percaya diri, lagi cerdas. Untuk itulah Anda juga harus bisa mendidiknya sendini mungkin ya bund. Beberapa orangtua berpikiran bahwasannya cukup dengan memasukkan anaknya ke sekolah, maka tak perlu lagi mendidiknya saat di rumah. Padahal, peranan orangtua ini sangatlah dibutuhkan untuk bentuk karakter dan juga kepribadian anak.

Cara Mendidik Anak yang Baik Agar Bahagia dan Percaya Diri

Jika orangtua dapat mendidik atau pun  mengajari anaknya dengan sangat baik, maka anaknya akan merasa lebih bahagia dan tumbuh jadi orang percaya diri serta memiliki kehidupan social yang sangat baik. Dan di bawah ini adalah beberapa cara mudahnya mendidik anak yang baik agar selalu bahagia dan percaya diri.

Cara mendidik anak agar bahagia dan percaya diri

Ajarkan mandiri dan bertanggung jawab

Anda dapat mengajari anak supaya tumbuh jadi orang mandiri dan tak selalu bergantung kepada Anda. Jangan juga terlalu posesif pada anak. Beri anak Anda kepercayaan untuk lakukan apa yang dia mau, tapi tetap dalam pengawasan Anda. Selain itu, ajari juga anak Anda untuk memahami seperti apa lakukan sebuah tanggung jawab. Contohnya saja anak yang selalu merapikan semua mainannya setelah selesai digunakan.

Asah rasa ingin tahunya sedini mungkin

Anak umumnya mempunyai tingkatan rasa keinginan tahuan yang cukup tinggi. Dia akan bertanya tentang benda-benda yang ada di sekelilingnya. Selalu usahakan untuk bisa menjawab semua pertanyaan anak dengan bahasa serta penjelasan yang mudah dipahami sih anak. Sebisa mungkin jangan pernah menjawab “tidak tahu”. Libatkan diri Anda saat anak mulai tertarik untuk lakukan sesuatu yang masih belum pernah dilakukan sebelumnya.

Menumbuhkan rasa simpati dan empati diri anak

Mengajari anak Anda Supaya tumbuh jadi orang yang selalu harga orang lain serta perduli terhadap orang yang ada di sekelilingnya. Tumbuh rasa simpati dan juga empati di dalam diri anak. Contohnya dengan memberikan sumbangan bagi anak yatim piatu. Jelaskan saja kepada anak Anda kenapa dia harus berbagi dengan orang yang membutuhkan.

Hargai pendapat anak Anda

http://www.dosenpendidikan.com/pengertian-perbedaan-visi-dan-misi-serta-contohnya-lengkap/ Beri anak Anda kebebasan untuk bisa berpendapat, Anda selaku orangtua haruslah bisa mendengarkan apapun yang Anda utarakan. Jika ada berpendapat anak yang menurut Anda tidak tepat, jangan pernah langsung memarahi anak Anda, akan tetapi berikan respon serta penjelasan yang baik dan positif. Begitu pun sebaliknya, jika anak memberi pendapat yang bai, maka jangan pernah ragu untuk memberikan pujian.

Demikianlah informasi yang dapat kami bagikan kepada Anda tentang cara mendidik anak yang baik agar bahagia dan percaya diri. Semoga saja bermanfaat.

Baca Juga >>>

Cara Mendidik Anak Usia 1, 2, dan 3 Tahun

Cara Mendidik Anak Usia 1, 2, dan 3 Tahun

giddimint.com – Terkadang ada banyak orangtua yang kebingungan tentang bagaimana cara mendidik anak yang baik dan benar, bila dijaman dulu orangtua umumnya mendidik anak dengan cara keras, akan tetapi ternyata ada banyak penelitian yang menyatakan bahwasannya cara tersebut adalah salah satu cara yang salah, sebab bisa memberi dampak yang tak baik ketika mereka dewasa. Dengan begitu sebagai orangtua, semestinya mendidik anak-anaknya dengan cara melakukan pendekatan secara persuasive, tak lagi dengan kekerasan. Hal yang demikian ini bertujuan supaya sih anak bisa jadi patuh dan juga bersedia dengarkan apa yang telah orangtua katakana secara sukarela tanpa adanya paksaan.

Cara Mendidik Anak Usia 1, 2, dan 3 Tahun

Cara mendidik anak usia 1, 2, dan 3 tahun

Untuk anak usia 1 tahun ini umumnya hanya akan responsive pada efek cahaya. Maka dari itu, anak dengan usia di bawah 1 tahun sudah dapat membuka mata, sehingga harus ditempatkan di tempat yang memiliki pencahayaan yang cukup. Nah, cara mendidik anak pada usia 1 tahun ini pastinya akan sangat berbeda sekali dengan cara mendidik anak di usia 2 atau 3 tahun, jadi pola pendidikan yang bisa diterapkan juga masih belum begitu terlihat.

Sedangkan untuk anak pada usia 2 tahun ini sudah mulai mengenali suara-suara yang akan sering sekali mereka dengarkan, bahkan mereka juga bisa melirik ketika seseorang memanggil namanya. Hal yang demikian ini artinya indra pendengaran anak sudah berfungsi walaupun masih belum maksimal. Oleh sebab itulah, cara mendidik anak pada usia 2 tahun tersebut umumnya dimulai dengan cara membiasakan mengatakan hal-hal yang positif. Selain hal tersebut, ajarkan juga mengenai beberapa hal yang baik dan sederhana, seperti membaca doa sebelum makan, menjaga kebersihan, dan lain sebagainya.

http://www.dosenpendidikan.com/34-nama-tarian-tradisional-di-indonesia-menurut-asal-daerahnya/ Kemudian untuk mendidik anak di usia 3 tahun umumnya dengan menggunakan 3 kata utama, yakni perintah, larangan, dan juga biarkan. Hal yang demikian ini memang harus dilakukan secara berulang-ulang, sehingga akan jadi suatu kebiasaan bagi anak. Jadi sebisa mungkin Anda biasakan menyeimbangkan antara perintah dengan larangan, supaya anak Anda juga tumbuh jadi anak-anak yang taat, patuh, baik, berbakti, dan sayang pada kedua orangtuanya. Itulah mengapa cara mendidik anak memiliki peranan yang cukup penting sekali bagi orangtua. Cara mendidik anak nantinya akan sangat berpengaruh pada pembentukan karakter anak sendiri. Intinya di sini adalah sebagai orangtua yang baik haruslah senantiasa memberi keteladanan dan perhatian sebab tak mungkin anak-anak akan jadi penurut serta patuh bila orangtuanya sendiri tidak bisa memberikan teladan yang baik baginya.

Demikianlah informasi yang dapat kami bagikan tentang cara mendidik anak usia 1, 2, dan 3 tahun. Semoga bermanfaat.

Baca Juga >>>

Karakteristik dan Citra Pendidikan di Indonesia

Karakteristik dan Citra Pendidikan di Indonesia

giddimint.com – Pendidikan di Indonesia khususnya jadi saranan untuk mentransfer nilai serta normal di dalam bermasyarakat. Tiap masyarakat memiliki norma dan juga nilai, lewat pendidikan diusahakan supaya tiap individu jadi pendukung norma kaidah dan juga nilai yang telah dijunjung tinggi oleh masyarakat serta jadi pribadi yang tercermin di dalam kehidupannya sehari-hari. Pendidikan juga menjadi proses dari pembentukan pribadi secara utuh, yang mana proses dari pendidikan tersebut berlangsung secara sistemik dan juga sistematis. Sistematis ini artinya berlangsung secara bertahap serta berkesinambungan sedangkan secara sistemik artinya berlangsung pada semua situasi lingkungan dan juga sistem baik sekolah, keluarga, masyarakat, serta Negara yang melembaga.

Karakteristik dan Citra Pendidikan di Indonesia

Karakteristik pendidikan di Indonesia

Karakteristik dari pendidikan di Indonesia ini adalah sebagai seseorang yang telah dituntut untuk bisa berkomitmen pada profesinya, orang yang akan selalu berusaha untuk memperbaiki serta memperbaharui cara kerjanya sesuai tuntutan jaman, seseorang yang mempunyai ilmu, yang bisa menangkap setiap hakikat sesuatu, orang yang bisa menjelaskan hakikat di dalam pengetahuan yang telah diajarkannya.

Selain itu, seseorang yang kreatif, yang mana bisa menyiapkan peserta didik agar bisa berkreasi, yang sekaligus mengatur dna juga memelihara hasil kreasinya untuk tak menimbulkan malapetaka bagi dirinya sendiri, masyarakat, serta alam sekitar. Seseorang yang telah berusaha untuk menularkan penghayatan akhlak atau pun kepribadian pada peserta didik, dan yang terakhir adalah seseorang yang telah berusaha untuk mencerdasrkan peserta didiknya, latih berbagai keterampilan mereka sesuai dengan bakat, minat, serta kemampuan, serta menjadikan sebagai seseorang yang beradab.

Karakteristik pendidik atau guru di Indonesia

Menanamkan kebaikan tanpa rasa pamrih

Seorang pendidik meskipun sudah berusaha jadi pendidik ideal, tapi masih belum menjamin akan berhasil di dalam membantu perkembangan anak, sebab ada banyak sekali faktor lainnya yang mempengaruhi, contohnya saja pendidikan di rumah, pengaruh teman, dan lain-lain. Tapi, memberi layanan pendidikan dan juga bimbingan yang penuh dengan perhatian, kasih sayang, tentu peserta didik akan jadi lebih baik.

Membangun citra diri yang positif pada anak

contoh application letter Ada banyak sekali perlaku guru yang bisa bunuh karakter anak, yakni membuat anak merasa rendah diri. Seorang guru tak pernah memberikan pujian atau pun kata-kata positif, kecuali dengan cemoohan serta kata negative akan menjadikan peserta didik jadi tak percaya diri. Peranan guru dalam hal membangun citra diri positif pada anak sangatlah besar, sehingga menjadikan sekolah dasar “Dame School”  membuat sebuah kebijakan untuk bangun citra diri yang positif pada peserta didiknya.

Demikian sekilas informasi tentang karakteristik dan citra pendidikan di Indonesia yang bisa kami bagikan. Semoga saja bisa bermanfaat dan juga menginspirasi.

Baca Juga >>>

Jenis Permainan Pendidikan Anak Usia Dini

Jenis Permainan Pendidikan Anak Usia Dini

giddimint.com – Pada kesempatan kali ini kami akan membagikan seputar informasi tentang jenis permainan pada pendidikan anak di usia dini. Sudah kami singgung bahwasannya bermain merupakan dunia anak. Akan tetapi permainan yang seperti apa sih yang tepat sesuai kebutuhan dan juga perkembangan sih anak itu sendiri. Itulah yang harus And pahami untuk pendidikan buah hati. Sebab tak semua jenis permainan bagus dan juga tepat dengan perkembangan anak. Oleh karenanya, kami akan mengulaskan selengkapnya untuk Anda. Berikut ulasan lengkapnya.

Jenis Permainan Pendidikan Anak Usia Dini

Jenis permainan pendidikan anak usia dini

Permainan aktif

Untuk jenis bermain atau pun permainan aktif ini bisa diartikan sebagai salah satu kegiatan yang paling banyak libatkan aktifitas tubuh bagi anak, pemain dalam permainan yang satu ini nantinya akan membutuhkan energy yang lebih besar. Misalnya saja bermain bebas dan juga spotan maupun eksplorasi yakni sih anak nantinya bisa lakukan berbagai hal yang dia inginkan, di sini tak ada aturan di dalam permainan tersebut. Bermain drama, bermain music, mengumpulkan, atau pun mengoleksi sesuatu, permainan olahraga, jenis permainan dengan sebuah balok, permainan lukis tempel, serta menggambar.

Permainan pasif atau hiburan

Sedangkan dalam jenis permainan pasif atau pun hiburan yang satu ini, kesenangan didapatkan dari kegiatan orang lain. yang mana pemain nantinya akan habiskan sedikit energy. Misalnya saja dengan menonton adegan yang lucu, membacakan buku, mendengarkan cerita, menonton tv, dan juga mengingat nama-nama dari sebuah benda yang merupakan salah satu jenis bermain tanpa harus keluarkan banyak tenaga, akan tetapi tingkat kesenangnya hampir seimbang dengan anak yang telah habiskan banyak tenaganya di tempat olahraga atau pun teman bermain.

Sedangkan menurut Dr. Kartoni menyatakan dalam bukunya yang berujudl “Psikolog Anak” ini ada tiga bentuk permainan diantaranya sebagai berikut :

  • Jenis permainan gerakan. Anak-anak nantinya dapat bermain bersama dengan teman-temannya, lakukan kerja sama dengan berbagai macam gerakan dna juga olah tubuh.
  • Jenis permainan memberikan bentuk. Kegiatan memberikan bentuk pada fase permulaan yang berupa kegiatan destruktif seperti halnya meremas-remas, mencabik-cabik, merusak, mempreteli, dan lain sebagainya. Semakin lama anak bisa memberikan bentuk yang jauh lebih konstruktif pada macam materi yang telah tersedia.
  • motto hidup Jenis permainan ilusi. Sedangkan pada jenis permainan satu ini unsur fantasi memegang peran penting, contohnya saja sebuah sapu difantasikan sebagai kuda tunggangan, bermain dokter-dokteran, dan lain sebagainya. Lewat permainan satu ini anak akan menggunakan fantasi mereka untuk bisa mewujudkan kreasinya dengan baik.

Nah, itulah tadi informasi yang dapat kami bagikan tentang jenis permainan pendidikan anak usia dini. Semoga saja bisa bermanfaat dan menginspirasi.

Baca Juga >>>

Tips Sukses Menerapkan Home Schooling

Tips Sukses Menerapkan Home Schooling

giddimint.com –  Home schooling memang termasuk salah satu metode pendidikan yang saat ini banyak berkembang dan banyak dijadikan pilihan. Salah satunya adalah karena home schooling menerapkan cara pendidikan yang menitikberatkan pada peran keluarga didalam pendidikan anak sehingga keluarga akan bisa lebih dekat dengan orang tua.         

Ada banyak orang yang saat ini memang memilih menerapkan home schooling dalam mendidik putra putrinya. Mungkin Anda juga berminat untuk menerapkan metode pendidikan home schooling untuk putra putri Anda? Jika iya, berikut ini kami akan berikan beberapa tips sukses dalam menerapkan home schooling yang dapat Anda coba terapkan. Yuk simak informasinya lengkap berikut ini bunda tentang metode tepat penerapan home schooling untuk anak Anda supaya pendidikan anak juga bisa sukses tanpa hambatan sedikitpun.

Tips Sukses Menerapkan Home Schooling

Coba mulai usia pre school

Ada baiknya kita untuk mulai menerapkan metode home schooling pada anak sejak masa belum sekolah karena pada masa tersebut adalah golden grow yang dimana pembentukan kualitas anak ke depannya akan jauh semakin baik. Dengan mencoba menerapkan pre school ini anak – anak usia dini yang masih dalam proses perkembangan dapat terbentuk dengan sangat baik. Anda juga dapat mengarahkan anak untuk ke bakatnya dan dapat menyelami kebutuhan anak Anda dalam masa pertumbuhannya.

Banyak bertemu dengan praktisi homeschooling

Pada setiap keluarga memang  tentu ada penerapan homeschooling yang berbeda – beda. Ada yang menyesuaikan dengan karakter anak, bahkan ada juga yang menetapkan jadwal harian dan juga jadwal mingguan untuk anak – anak. Karena ada berbagai cara penerapan metode homeschooling ini maka Anda harus bisa bergaul dengan lebih banyak praktisi supaya nantinya bisa memilih metode yang terbaik untuk anak dan yang tidak terlalu membebani anak Anda. Anda juga dapat mengikuti klub – klub, milis atau perkumpulan keluarga homeschooling.

http://www.bahasainggrisoke.com/pengertian-rumus-dan-contoh-kalimat-simple-present-tense-terlengkap/ Darisana wawasan Anda juga akan semakin bertambah dan Anda bisa menentukan homeschooling terbaik untuk anak Anda.

Jaga kekompakan suami dan istri

Ketika memutuskan untuk menerapkan metode homeschooling, hal pertama yang Anda harus lakukan bersama pasangan yaitu dengan Anda satukan visi dan misi Anda mau dibawa kemana. Anda harus dapat menyepakati anak Anda akan seperti apa nantinya. Anda harus bicarakan baik – baik antara suami dan istri karena menyangkut perkembangan anak Anda ke depannya. Dengan begini timbal balik yang sangat positif pada perkembangan anak juga akan Anda dapatkan dan metode homeschooling yang disepakati bersama juga akan lebih baik.

Itulah beberapa tips yang dapat Anda terapkan. Semoga pendidikan anak Anda bisa ke arah yang lebih baik. Semoga informasi diatas tentang Tips Sukses Menerapkan Home Schooling bermanfaat.

Baca Juga Artikel Pendidikan Lainnya :

Syarat Tumbuh Budidaya Kentang Dan Persiapan Lahan

Syarat Tumbuh Budidaya Kentang Dan Persiapan Lahan Tanam Serta bibit Kentang

giddimint.com – Kentang dapat tumbuh dengan baik pada daerah dataran tinggi dengan ketinggian berkisar antara 1000 hingga 3000 mdpl, bisa ditanam didaerah dataran rendah namun umbi kentang yang akan dihasilkan akan berukuran lebih kecil daripada umbi yang dihasilkan di daerah dataran tinggi; memiliki suhu udara sekitar 15°C hingga 30°C yaitu 15°C-18°C untuk malam hari dan 24°C-30°C untuk siang hari tapi jika suhu udara tinggi akan meyebabkan tanaman tidak akan membentuk umbi; memiliki kelembaban udara sekitar 80-90%; serta memiliki curah hujan sekitar 1000 mm hingga 1500 mm per tahun.

Lahan Tanam Kentang dan Perawatannya

Kentang dapat tumbuh dengan baik pada tanah gembur, mengandung unsur hara yang tinggi; memiliki kandungan air tanah yang cukup, memiliki sistem drainase yang baik dan jenis tanah yang baik untuk menanam kentang adalah tanah vulkanis dengan sedikit memiliki kandungan pasir.

Derajat keasaman tanah atau pH tanah yang baik untuk melakukan penanaman kentang adalah pH netral yaitu kisaran antara 5 sampai 6,5, jika pH tanah kurang dari 5 atau terlalu asam maka lakukan pengapuran, jika pH tanah lebih dari 9 atau terlalu basa maka lakukan pemberian belerang ke tanah sebelum dilakukan penanaman,  lihat di http://www.faunadanflora.com

Tanah pada lahan tanam yang akan ditanami kentang sebaiknya dilakukan penggemburan terlebih dahulu yaitu dengan cara membajak atau mencangkulnya, jika sudah digemburkan biarkan tanah lahan selama sekitar 3 hari agar kandungan gas racun pada tanah menghilangkan akibat terkena sinar matahari dan terbawa angin, selanjutnya lakukan pemupukan dengan pupuk kompos atau pupuk kandang lalu di cangkul atau dibajak kembali agar pupuk dapat tercampur rata dengan tanah, diamkan kembali selama sekitar satu minggu. Barulah buat bedengan dengan ukuran tinggi sekitar 30 cm, lebar sekitar 70 cm dan panjang menyesuaikan dengan lahan tanam serta beri jarak antar bedengan dengan jarak sekitar 40 cm untuk sistem pengairan, setelah bedengan jadi buatlah lubang tanam dan beri jarak antar lubang tanam sekitar 20 cm hingga 25 cm.

Dalam budidaya pastilah ada bibit untuk bibit dalam budidaya kentang ini, pilihlah bibit kentang yang dalam kondisi baik tidak cacat, telah melalui proses penyimpanan sekitar 4 bulan setelah pemanenana dan telah memiliki tunas sejumlah 3 hingga 5 dengan tinggi tunas sekitar 2 cm.

Demikian penjelasan yang diberikan tentang Syarat Tumbuh Budidaya Kentang Dan Persiapan Lahan .Terimakasih telah menyimak penjelasan diatas. Semoga dengan membaca artikel ini, dapat menambah pengetahuan para pembaca dan informasi yang diberikan bermanfaat.

Baca Juga Artikel  Lainnya :

Dampak Negatif Metode Pendidikan Home Schooling

Dampak Negatif Metode Pendidikan Home Schooling

giddimint.com – Memang sampai saat ini masih ada pro dan kontra tentang metode pendidikan yang dikembangkan di Amerika Serikat yaitu metode pendidikan dengan cara home schooling. Metode pendidikan yang dilakukan hanya di rumah ini memang ada yang menilai memiliki pengaruh sangat baik bagi pertumbuhan psikis anak dan dapat menjadikan anak lebih punya banyak waktu bersama keluarga sehingga kedekatan anak dengan keluarga akan jadi jauh lebih intens.

Namun walau demikian, masih ada juga beberapa dampak negatif dari metode pendidikan yang dilakukan dengan cara home schooling. Mungkin Anda ingin tahu apa saja dampak negatif metode pendidikan yang dilakukan dengan cara home schooling ini?

Dampak Negatif Metode Pendidikan Home Schooling

Anak menjadi kurang bergaul

Tak selamanya metode pendidikan dengan cara home schooling berdampak positif karena ada juga dampak negatif yang dapat ditemukan dari metode pendidikan home schooling. Salah satu dampak negatif dari metode pendidikan home schooling adalah membuat anak – anak jadi kurang bergaul. Kurang sosialisasinya anak dengan metode home schooling ini terkadang membuat anak menjadi pribadi yang individualis, suka mementingkan diri sendiri dan merasa paling hebat karena tidak merasakan bagaimana kompetisi yang sebenarnya diluar sana.

Ketika anak menerapkan metode pendidikan home schooling, anak memang akan menjadi tergantung dengan orang tua karena hari – hari anak memang hanya bersama orang tua saja. Ini yang kemudian dapat menyebabkan anak menjadi pribadi yang tidak mandiri dan hanya bergantung pada orang tua saja. Sehingga pada akhirnya akan melahirkan anak yang mengandalkan orang tua. Untuk mengatasi hal ini, jika memang Anda ingin memberikan pendidikan home schooling pada anak berikan pengarahan dan pendidikan kemandirian yang tepat. Bahkan berikan pendidikan kemandirian sejak dini.

Melahirkan anak yang tidak mampu bersaing  

Keputusan dalam memilih sistem pembelajaran dengan metode homeschooling memang akan dapat melahirkan anak yang tidak mampu bersaing. Hal ini karena di rumah anak hanya sendiri. Belajar sendiri dan hanya tahu potensi dirinya dari pengajar tanpa tahu bagaimana kemampuan anak – anak lain seusianya di luar sana. Dan hasilnya anak tidak akan bisa tahu sampai dimana batas kemampuan anak dibandingkan dengan orang lain dan tidak bisa mengerahkan segala kemampuan diri untuk lebih berkembang.

Interaksi anak hanya dengan orang tua dan orang rumah

Karena hari – hari anak hanya di rumah kemudian akan melahirkan anak yang hanya berinteraksi dengan orang tua. Anak memang lebih mengenal orang tua tetapi tidak tahu seperti apa kehidupan dan karakter orang – orang di luar. Ini sangat berdampak kurang baik ketika nanti anak sudah dewasa dan terjun bermasyarakat. Bahkan anak juga jadi kurang relasi.

Demikian sedikit informasi yang kami dapat berikan untuk Anda tentang Dampak Negatif Metode Pendidikan Home SchoolingSemoga menjadi informasi yang bermanfaat. Sumber terkait : http://alturl.com/7xcf7

Baca Juga Artikel Pendidikan Lainnya :

Berbagai Berita Terbaru Tentang BJ Habibie

Berbagai Berita Terbaru Tentang BJ Habibie

Giddimint.com – BJ Habibie yang di kenal sebagai tokoh dengan jiwa rendah diri dan merakyatnya telah membuat seluruh masyarakat Indonesia jatuh cinta dan mengagumi beliau. Apalagi di tambah dengan prestasi yang di raihnya yang tidak cukup untuk di perhitungkan membuat BJ Habibie menjadi inspirator banyak generasi muda bangsa Indonesia. Sejak kecil beliau telah menunjukkan karakteristik dalam diri nya yang mengutamakan pendidikan dalam hidupnya namun hal itu di selaraskan dengan ketaatannya terhadap kewajibannya sebagai seorang muslim. Sudah sejak kecil pula beliau menunjukkan prestasi yang berpredikat tinggi jadi tidak heran jika beliau dengan masih di huni semangat yang berkibar dalam dirinya mampu menjadikan beliau sebagai seorng yang sukses untuk Indonesia.

Berita BJ Habibie

Jadi sungguh banyak berita yang terkait dengan diri salah seorang mantan presiden Republik Indonesia yang satu ini. Beberapa di Antara berita yang berkaitan dengan BJ Habibie adalah sebagai berikut:

Warga Kampung Habibie Galang Dana Perbaiki Jembatan

Banyak warga di kampong halaman Habibie telah mengajukan berbagai complain atau protes dengan pihak berwajib mengenai salah satu jembatan yang terdapat di Kota Pare-pare. Namun, tidak sedikit pun hal itu di respon oleh berbagai pihak berwajib. Maka mereka pun dengan beramai-ramai menggalang dana demi memperbaiki jembatan laying Bau Massepe yang rusaknya sungguh parah hingga mampu memakan korban.

BJ Habibie berterima kasih dengan Warkop DKI reborn

Tayangnya film Warkop DKI reborn di bioskop tanah air menggugah dan menarik perhatian presiden ke tiga Republik Indonesia tersebut. Ia dengan berbangga hati menonton film tersebut dengan di temani oleh anggota keluarganya serta para pemain Warkop DKI Reborn, yaitu Vino G. Bastian, Abimana serta Indro warkop. BJ Habibie menjadi salah satu warga Negara Indonesia yang bangga akan prestasi dari hasil karya anak bangsa. Keberhasilan dari kerja keras para karyawan dan crew yang terlibat dalam pembuatan film Warkop DKI reborn ini membuat BJ Habibie kagum akan hasil film local yang cukup baik.

Mengikuti Jejak Habibie untuk lebih berkarya

dalam Profil & Biografi BJ Habibie, beliau dikenal sebagai seseorang yang menginspirasi banyak orang dengan banyaknya karya yang dihasilkan dengan otaknya yang cerdas serta semangat belajar nya yang tidak pernah putus. BJ Habibie juga yang dikenal sebagai salah seorang yang pakar akan teknologi. Banyak anak muda yang seharusnya menjadikan BJ Habibie sebagai panutan demi mencapai impian yang tinggi. Salah satu sifat yang wajib dimiliki oleh setiap generasi muda di Indonesia adalah konsisten. Sifat dan sikap konsisten yang ada dalam diri BJ Habibie mampu menjadi sebab untuk beliau meraih kesuksesan. Dengan jalan yang tidak mudah, beliau akhirnya mampu membanggakan seluruh keluarga, teman, guru serta seluruh masyarakat Indonesia.

Baca Juga:

Pro dan Kontra Jam Sekolah Bagi Peserta Didik
Peran Pentingnya Pendidikan Karakter Bagi Anak Usia Dini
Cara Mudah Mendidik Anak Belajar Disiplin Mencuci Piring

Pro dan Kontra Jam Sekolah Bagi Peserta Didik

Pro dan Kontra Jam Sekolah Bagi Peserta Didik

giddimint.com – Dibeberapa waktu yang lalu, Menteri Pendidikan serta Kebudayaan Republik Indonesia lontarkan gagasan mengenai full day school di Indonesia. Gagasan tersebut nuai reaksi para orangtua, ada yang setuju ada juga yang menolak sama sekali. Dan berikut ini kami ulasankan secara lengkap pro dan kontra jam sekolah bagi perseta didik yang harus Anda tahu terlebih dulu.

Pro dan Kontra Jam Sekolah Bagi Peserta Didik

Pro kontra jam sekolah bagi peserta didik

Tidak jauh berbeda, di tahun 2004 yang lalu, Mary Ann Rafoth PhD NCSP, menuliskan pada NASP Center mengenai pro dan kontra sistem full day school ini pada program yang diberlakukan pada taman kanak-kanak (TK) di Amerika Serikat. Di masa itulah setengah dari anak usia taman kanak-kanak tersebut mengikuti program sekolah penuh hari yang akan berlangsung dari 5 hingga 6 jam per hari, dan sisanya ikut sekolah paruh hari yang berkisar antara 2 kam sekolah per harinya.

Nah, mengingat sekarang ini jenjang taman kanak-kanak sudah bukan pengalaman sekolah pertama anak-anak, ada banyak anak di usia taman kanak-kanak sudah terbiasa dengan program full day school. Lagipula meningkatkan jumlah para orangtua tunggal yang bekerja juga sebabkan program ini semakin dibutuhkan. Program tersebut mampu mengakomodasikan tugas pengasuhan yang tepat dengan jadwal bekerja bagi orangtua.

Tapi sayangnya, gagasan tersebut tidak selalu bisa diterima dengan baik oleh para orangtua. Di Amerika Serikat, kelompok yang setuju dengan program tersebut menganggap sistem ini memberikan anak pendidikan yang jauh lebih santai serta programnya terpadu, sehingga kreatifitas, kecerdasan, serta keterampilan social anak bisa berkembang dengan baik. sementara itu, para orangtua yang menolaknya menganggap program tersebut bisa memberikan pendidikan serta kehidupan keluarga yang berkualitas. Selain hal itu, program full day school dianggap jauh lebih cocok bagi anak-anak yang mempunyai keterbatasan kemampuan konsentrasi, serta keluarga yang mempunyai keterbatasan ekonomis untuk bayar penuh pendidikan full day school tersebut. Dan berikut ini adalah saran sebelum memutuskan memberikan anak pendidikan full day atau pun half day school kuliahbahasainggris.com .

Pertimbangan sebelum memberi pendidikan full day school

  • Diskusi performa dan juga kebutuhan anak dengan guru sekolah di jenjang sebelumnya. Pertimbangkanlah dengan benar hasil observasi perkembangan serta kesiapan sih anak untuk ikut full day sistem.
  • Perhatikan juga gaya berinteraksi serta belajar anak, apa mudah lelah dan letih, sehingga butuh tidur siap, bisa menikmati aktifitas berbeda serta dalam jangka waktu lama? Bila iya, anak lebih tepat untuk mendapat mendidikan full day dibandingkan half day.
  • Sesuaikan jadwal sekolah dan jadwal keluarga, kemampuan keuangan, dan perawatan anak. Sebab terkadang ketika anak sudah memenuhi persyaratak untuk mendapat sekolah full day, tapi tak cocok dengan jadwal lainnya yang juga harus dipenuhi.

Demikianlah informasi tentang pro dan kontra jam sekoolah bagi peserta didik. Semoga saja bermanfaat dan menginspirasi.

Baca Juga >>>